
Oleh :hendrianto
Koto kombu, (RK)-Ratusan kepala keluarga (KK) desa koto kombu kecamatan hulu kuantan, hingga kini tidak henti-hentinya berharap mendapatkan belai kasihan Pemkab kuansing. Tidak saja masalah pembangunan ekonomi yang semakin hari semakin parah. namun juga masalah pembangunan insfratruktur desa yang sudah kuno dan usang, insfratruktur yang di maksud termasuk jalan dan penerangan.yang belum juga ada, sehingga desa yang berjarak sekitar 25 kilometer dari pusat ibukota kabupaten kuantan sengingi ini seperti perkampungan yang ditinggal penghuninya
padahal desa koto kombu hanya berjarak sepelemparan batu dari ibukota kecamatan hulu kuantan lubuk ambacang. Desa lubuk ambacang yang berada di seberang Sungai Kuantan telah dialiri listrik beberapa tahun yang lalu. Hal ini diungkapkan salah seorang masyarakat Desa koto kombu ridwan ali kepada Koran media ini beberapa waktu yang lalu.ditambahkan ridwan ali yang akrab di panggil ridwan ini, jarak Desa koto kombu dari Ibu Kota Kecamatan hulu kuantan hanya sebatas sungai kuantan yang boleh dikatakan sepelemparan batu orang dewasa dan bisa dilalui kendaraan kerna suda ada jembatan permanent yang melintasi sungai kuantan tersebut, namun segala pembangunan yang di lakukan di ibukota kecamatan itu tidak satupun berimbas ke desa koto kombu
”memang sepertinya pemkab kuansing akan serius mengaliri listrik kedesa ini, karma sudah kita lihat beberapa tiang jaringan sudah di pasang, sudah dari dulu kita menungu kedatangan listrik, karma dengan masuknya listrik ke daerah perkampungan ini, insya allah akan menambah nilai ekonomis, juga merupakan peluang untuk menambah penghasilan tambahan, seperti mengerjakan industri rumah tangga yang memerlukan listrik, pdahal pemerintahan kuansing sendiri tahu betul bagai mana keadaan desa tersebut, karma para petinggi pemerintahan kuantan sengingi sering singgah ke desa ini, Dengan begitu tahu dengan kondisi Desa koto kombu. Ridwan juga berharap pemkab kuansing betul betul serius dan segera secepat mungkin mengalirinya” ujar ridwan yang juga menjabat sebagai sekdes di desa tersebut.
Selain itu sekdes juga berharap, agar pemerintahan kabupaten kuansing agar lebih memperhatikan lagi tentang masalah ekonomi, karma mengingat 80 persen penduduk desa tersebut menggantungkan hidupnya dari petani karet, sementra itu dengn terjadi nya krisis ekonomi global pada saat ini, harga karet trun drastic hingga mencapai level 2000 rupiah perkilonya, sementara itu harga kebutuhan pokok se[perti beras melambung hingga mencapai harga 8000 rupiah perkilonya.
“kita sangat mengharapkan pembinaan dan sokongan dari pemerintahan kuansing agar penduduk desa ini bias keluar dari himpitan ekonomi, mungkin saja pemkab bisa memberikan pelatihan dan pembinaan serta pinjaman modal bagi warga yang ingin berpindah profesi sebagai petani karet” katanya.
Karna menurut ridwan, untuk menyadap karet tersebut tergantung cuaca, kalau cuaca buruk seperti hujan para petani karet tidak bisa berbuat apa-apa, “coba bayangkan saja kalau dalam satu minggu itu hujan terus penduduk mau makan apa” tutur ridwan.
“Kalau melihat potensi dan kondisi letak desa koto kombu ini sangat cocok untuk daerah peternakan ikan maupun sapi, bukan tidak mungkin pemkab kuansing menjadikan desa ini sebagai pusat penggemukan sapi maupun peternakan ikan karma desa ini jauh dari hiruk pikuk perkotaan selain itu rumput untuk makanan sapi tersebut juga tersedia banyak disini” imbuh ridwan.
0 komentar:
Posting Komentar