
Jakarta,(RK)-Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS), Hillary Rodham Clinton Hillary mengatakan Amerika Serikat memuji demokrasi yang berjalan di Indonesia yang mampu menyandingkan sistem demokrasi dengan Islam. Amerika pun sepakat dengan sikap Indonesia yang mensinergikan Islam dan demokrasi. Hillary menegaskan, dalam mengerahkan smart power, Amerika saat ini tidak hanya menjadi pendengar yang baik. Kini, Amerika ini mendukung penuh agar Islam dan demokrasi dapat berjalan beriringan.
Menteri Luar Negeri ke-67 AS itu mengakui bahwa sebagai negara muslim terbesar di dunia, Indonesia ternyata sukses memainkan menciptakan suasana harmonis dalam pelaksanaan sistem demokrasi dan Islam. ‘’Indonesia bisa memainkan peran utama sebagai negara Islam dan demokratisasi,’’ ujar mantan Ibu Negara Amerika Serikat itu.
Hillary juga memuji kemajuan Indonesia dalam 10 tahun terakhir, khususnya dalam menangani isu teroris dan separatisme. Hillary juga mengatakan Indonesia telah membangun institusi yang kuat dan terus berkembang serta berhasil mengembangkan kehidupan masyarakat yang madani. Dia mengatakan Indonesia akan menjadi partner potensial untuk mengajukan proposal perdamaian baik di Asia maupun diantara negara-negara Islam di Timur Tengah.
‘’Di saat yang sama (Indonesia,red) menghormati Hak Asasi Manusia dan berperang mealwan terorisme dan ekstrimisme, mengakhiri konflik sekitar dan separatis serta berusaha membuat dunia menjadi tempat yang lebih aman,’’ ungkap Hillary.
Menanggapi hal tersebut Menlu Hassan Wirajuda berharap agar ke depan Indonesia akan menjadi partner yang baik bagi AS dalam upaya merangkul dunia Islam. Dia mengatakan bahwa kedua negara (AS-Indonesia) akan bisa menjalin kerjasama komprehensif dalam berbagai aspek potensial. Antara lai menyangkut ekonomi, pendidikan, kesehatan, investasi, perubahan iklim, dan tentunya dalam hal kerjasama keamanan. ‘’Faktor lain yang juga cukup penting adalah kerjasama dalam hal pendidikan dan pertukaran sejumlah besar pelajar diantara kedua negara,’’ terangnya.
Dia mengaku setuju bahwa kerja sama diantara kedua negara cukup penting dalam menjaga kemakmuran dan kesejahteraan di dunia. Dia juga menilai bahwa penting bagi Indonesia untuk dapat mencapai millennium development goals. ‘’Seperti yang selama inidisampaikan dalam kampanye presiden Obama,’’ terang dia.
Di depan wartawan, Hassan mewakili pemerintah RI berjanji akan membantu berbagai upaya pemerintah AS untuk ikut andil dalam mencari jalan solusi bagi krisis Hak Azazi Manusia di Myanmar. Menurut Hassan, Indonesia akan menjadi mediator agar demokrasi bisa menyentuh Myamar baik melalui upaya bilateral maupun melalui forum ASEAN. ‘’Dalam pertemuan ASEAN nanti kami akan membawa isu tersebut untuk dibahas,’’ terang dia.
Di sela-sela keterangannya, Hillary sempat menyampaikan salam kepada rakyat dan pemerintah Indonesia dari Presiden Obama. Menurut dia, AS menilai bahwa Indonesia adalah negara yang cukup penting dan dirinya membawa pesan dari presiden Obama yang telah mengatakan dan menuliskan betapa pentingnya masa kanak-kanaknya ketika tinggal di negeri ini. Bahkan, terang Hillary, dalam beberapa kesempatan Obama menyebutkan betapa dia memiliki memori yang Indah ketika dia menyaksikan keberagaman kehidupan dan kebudayaan di Indonesia. ‘’Tentunya, bukan kebetulan jika Indonesia menjadi salah satu negara pertama yang saya kunjungi di masa-masa awal pemerintahan AS,’’ tegas dia.
Hillary pun menyatakan kesan pribadi atas Indonesia. ‘’Senang sekali saya berada di sini karena membawa saya kepada kenangan lama,’’ kata istri mantan presiden Bill Clinton itu. Hillary pernah ke Jakarta saat menemani Clinton menghadiri Konfrensi Tingkat Tinggi Forum Kerjasama Asia Pasifik (APEC) di Bogor 1994 silam.
Hillary mengatakan bahwa di bidang pendidikan, AS memperbarui kerja sama pemberian beasiswa fullbright selama lima tahun ke depan. Selain itu, AS juga mengajukan proposal kerja sama di bidang teknologi. Di bidang pertahanan, kedua menlu membicarakan mengenai solusi konflik Palestina-Israel, serta situasi di Timur Tengah secara umum. Perkembangan situasi di Myanmar juga turut didiskusikan.
Usai menggelar konferensi pers bersama, Hassan menyampaikan bahwa Indonesia menyambut baik ketertarikan AS pada ASEAN. Dia mengatakan demi suksesnya peran ASEAN di dunia Internasional, besar harapan negara adidaya tersebut merealisasikan minatnya dengan menunjuk duta besar khusus AS untuk ASEAN. ‘’ASEAN berharap AS lebih aktif, misalnya dengan menunjuk duta besarnya untuk ASEAN. Kami melihat AS sebagai kekuatan penting di kawasan Pasifik,’’ kata dia.
Kurangi Mendikte
Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Presiden Obama berkomitmen akan mengurangi budaya diplomasi ‘’mendikte’’. Menurut dia, AS berencana untuk menerapkan smart power dalam mengkampanyekan demokrasi bagi dunia Islam.
‘’Kami akan mendengarkan dan menguangi mendikte dengan semua negara di dunia. Dan seperti yang disampaikan Menteri (Hassan,red) bahwa Islam dan Demokrasi bukan hanya bisa berjalan bersama tapi bisa saling merangkul dan bekerjasama secara baik,’’ papar dia.
Istri mantan Presiden AS Bill Clinton tersebut mendarat di Bandara Halim Perdanakusumah, Jakarta, sekitar pukul 14.13 WIB dengan menggunakan khusus kepresidenan AS berwarna jenis Boeing 757.
Selanjutnya, empat unit mobil sudah bersiaga menyambut Hillary turun dari tangga pesawat. Satu unit mobil BMW dengan plat nomor CD 12 01 sudah siap membawa Hillary dari Bandara menuju lokasi tujuan. Hillary disambut Duta besar AS untuk Indonesia Cameron Hume, Wakil Menteri Luar Negeri RI Triyono Wibowo, dan Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Deplu, Retno Marsudi.
Hillary yang mengenakan baju berwarna merah itu disambut 44 murid SD Besuki dengan sajian dua buah lagu. Lagu Kemayoran Keroncong dan Sigulempong dikumandangkan menyambut kedatangan Hillary. Dua murid kelas 5 di SD Presiden Barack Obama itu didaulat memberikan satu buket bunga kepada Hillary. Selanjutnya Hillary pun langsung menuju ke Hotel Four Seasons untuk bersiap memberikan konferensi pers di kantor kementrian Luar Negeri.
Kedatangan Hillary tentu membawa dampak yang luar biasa di Ibukota. JPNN mengamati lebih dari 30 titik di sepanjang jalan protokol mengalami kemacetan yang luar biasa. Operasi buka tutup yang digunakan Polda Metro Jaya tampak makin memperparah kondisi. Dalam keterangan resminya Kepolisian menurunkan lebih dari 2.800 lebih personil untuk mengamankan kedatangan wakil negara superpower tersebut.
Sinyal Diacak, Air Mineral Diganti Dua Kali
Sejumlah hal menarik terjadi ketika Jawa Pos mengikuti rangkaian kunjungan Menlu AS Hillary ke sejumlah lokasi. Dalam beberapa kesempatan tampak sejumlah staf protokol Hillary melakukan pengamanan ekstraketat. Sebelum memberikan keterangan pers kepada media di kantor Deplu, misalnya. Tampak dua kali air mineral yang dihidangkan di podium diperiksa. Dan dua kali pula air tersebut diganti dengan air kemasan dari botol yang masih disegel rapat.
‘’Ini hanya prosedur standar saja. Karena kami melakukan langkah antisipatif,’’ ujar Tristram Perry, salah satu staf Kedubes AS.
Selain itu, sejumlah langkah antisipatif lain adalah pengacakan sinyal handpone. Jawa Pos mengamati, di dalam ruangan lokasi jumpa pers hingga radius 500 meter di sekeliling lokasi sejumlah alat pengacak sinyal sudah dipasang sejak siang hari. Dan benar saja, ketika rombongan Hillary mulai memasuki halaman kantor Deplu, seluruh sinyal handphone pun menghilang. Praktis, sepanjang konferensi pers tak ada satupun telepon seluler yang berdering.
SBY-Hillary Hanya 45 Menit
Rencana pertemuan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Hillary Clinton, di Kantor Presiden Jakarta dijadwalkan hanya berlangsung sekitar 45 menit pada Kamis (19/2). Pertemuan yang dimulai pukul 10.00 Wib itu akan membahas berbagai permasalahan di dunia dan Asia, termasuk hubungan bilateral kedua negara.
“Besok, jadwal ketemunya (SBY-Hillary) hanya 45 menit. Tempatnya kantor presiden,” ujar Juru Bicara Kepresidenan Dino Patti Djalal kepada JPNN, Rabu malam (18/2).
Hanya saja Dino belum mau menceritakan agenda pembicaraan antara SBY dengan utusan Presiden AS Barack Obama itu.
‘’Saya tidak enak mendahului bapak presiden. Besok saja setelah pertemuan baru saya kasih keterangan kepada teman-teman,” ujar Dino.
Hanya saja, Dino memberikan sinyal bahwa antara SBY dan Hillary juga akan membicarakan tentang apa yang sudah dibicarakan oleh Menlu Hassan Wirajuda, Rabu siang. ‘’Ya, diantaranya kira-kira sama dengan pembicaraan dengan Pak Menlu,” paparnya. “AS dilihat sebagai kekuatan penting. AS diminta oleh ASEAN untuk menunjuk duta besar khususnya,” ujar Hassan kepada wartawan.
Selain soal ASEAN, disebut-sebut mantan first lady AS itu akan membahas soal kesehatan dan pendidikan, terutama soal ekonomi global dan Asia. Hillary mengunjungi Indonesia selama dua hari, Rabu (18/2) dan Kamis (19/2).
Dia tiba di bandara Halim Perdanakusumah Jakarta, sekitar pukul 14.25 Wib, dan disambut oleh 44 siswa SD 01 Menteng-Jakarta Pusat, sekolah dasar Obama semasa tinggal di Indonesia.
0 komentar:
Posting Komentar