Jumat, 27 Maret 2009

Amrozi dan Ali Gufron Masuk DPT


Lamongan - Setelah balita dan personel TNI/ Polri masuk dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Lamongan, kini giliran orang yang sudah meninggal. Tak tanggung-tanggung, terpidana bom Bali I, Amrozi dan Ali Gufron, ternyata masih tercatat dalam DPT yang ada di desa Tenggulun, Kecamatan Solokuro, Lamongan, Jawa Timur.

Data yang dihimpun detiksurabaya.com menyebutkan, kedua almarhum itu tercatat dalam DPT untuk menggunakan hak pilihnya di TPS 4 di desanya. Ketua Panwaslu Lamongan, Mustakim Khoiron, membenarkan adanya hal tersebut saat dikonfirmasi.

"Kami mempunyai data yang menyatakan kalau Amrozi masuk dalam DPT," tuturnya ketika dihubungi detikcom, Jumat (27/3/2009).

Salah seorang anggota PPK Solokuro, Ghozali, juga membenarkan masuknya nama Amrozi dalam DPT. Alasannya adalah karena DPT yang dipakai merupakan hasil pendataan pada saat pemilihan gubernur (Pilgub) Jatim beberapa waktu yang lalu.

"Logikanya kalau dalam Pilgub kemarin mereka masih tercatat dalam DPT, maka pada saat pemilu legislatif (Pileg) tentunya masih tercatat karena daftar pemilih tetap diambilkan dari daftar pemilih pada saat Pilgub," terangnya.

Namun Ghozali belum bisa memastikan apakah nama Amrozi dan Ali Gufron saat ini masih tercatat karena pihaknya sudah mengusulkan agar data tersebut diperbaiki. "Apalagi hingga kini DPT belum juga turun," jelasnya.

Sementara itu, kepala Desa Tenggulun Abu Sholeh ketika dihubungi secara terpisah mengaku belum mengetahui kalau Amrozi dan Ali Gufron masih masuk dalam DPT. Sebab sampai saat ini dirinya belum menerima salinan DPT dari Panitia Pemungutan Suara (PPS) di kelurahan.

Abu sholeh menyatakan, kalau Amrozi masih masuk dalam DPT, berarti data yang dipakai adalah data lama, yaitu data Pilgub putaran pertama dulu. "Kami belum tahu secara pasti karena data DPT belum kami terima hingga saat ini," tuturnya.

2 komentar:

anak nagori mengatakan...

HEHE,,,
mungkin roh nya AMROZI CS akan muncul dalam pemilu 9 april ,,,,


ALLAHU AKBAR....

Blog Watcher mengatakan...

DPT MENGGELEMBUNG = PEMILU BY DESIGN

Kalau kita merenung agak sejenak, dalam waktu yang senggang, akan tergambar dalam layar ingatan kita, betapa jelas dan terang lukis kejanggalan penggelembungan Daftar Pemilih Tetap (DPT).

Sebut saja Ali, Dia tetangga terdekatku. Rumah kita bersebelahan berbatas tembok setinggi 2 1/2 meter. Kami tinggal disebuah kota kecil. Ali, nama yang cukup terkenal di kampungku. Warga masyarakat mengenal Ali sebagai simpatisan partai politik. Ali sangat getol meneriakkan suara partainya. Dimanapun ia berada selalu berjalan gagah menjadi magnet pembicaraan orang.

Begitu pula dalam penyusunan DPT. Ali bak magnet bagi pembuatnya. PPK menyebut 2 kali nama Ali. Ali masuk di DPT TPS 1 dan Ali DPT TPS 2.

Dengan demikian tanpa harus melalui jalan yang berliku-liku, karena DPT ganda Ali bebas melampiaskan pilihannya. Dengan 10 jari Ali bisa mencontreng di 2 TPS berbeda.

Inilah salah satu contoh kecurangan. KaLau sudah begini, akankah kita diam seribu basa seakan-akan tidak terjadi sesuatu??!!

Pemilu Indonesia by design.

sumber:http://asyiknyaduniakita.blogspot.com/

Posting Komentar